Sharing Session Gathering Pra-OTF

Recap Gathering Pra-OTF SPMB Tubel 2026: Sharing Session Alumni & Pengenalan Fasilitas Belajar

Terima kasih teman-teman buat waktunya yang sudah hadir pada siang hari ini. Di siang hari ini kita akan mengadakan gathering pra-OTF, yaitu overview kegiatan OTF SPMB Tubel untuk tahun 2026 selama satu minggu ke depan.

Kegiatan kita hari ini akan dimulai dengan mendengarkan sharing session dari Kak Muhammad Hunain Alfaris atau yang biasa dipanggil Kak Hunain. Kak Hunain ini adalah salah satu alumni Persiapan Tubel yang tahun lalu berada di posisi teman-teman. Jadi, kalau tahun sekarang teman-teman yang menjadi peserta OTF, tahun lalu Kak Hunain inilah yang menjadi peserta OTF di Persiapan Tubel. Kak Hunain merupakan salah satu alumni yang sudah mengikuti persiapan dan belajarnya itu langsung sejak OTF.

Nanti teman-teman akan mendengarkan cerita dari Kak Hunain terkait apa kesan dan pesan selama mengikuti OTF SPMB Tubel tahun lalu, serta bagaimana perjuangan beliau sampai akhirnya tahun ini bisa lulus menjadi salah satu mahasiswa Tubel.

Sebagai informasi, mungkin bagi teman-teman yang ini bukan tahun pertama mencoba SPMB Tubel, cerita Kak Hunain akan sedikit relate. Kak Hunain sendiri sudah mencoba Tubel sejak tahun 2021 (kalau tidak salah) dan sempat gagal sekali. Namun, kegagalan itu tidak membuatnya berhenti.

Tahun 2022 gagal, lalu tahun 2023 dan 2024 tidak bisa mengikuti karena terkendala aturan dan usia. Hingga akhirnya PMK Tubel diganti, Kak Hunain bisa mencoba lagi dan lulus di percobaannya yang kedua (meskipun rentang jaraknya sudah 4 tahun). Artinya, ketika gagal pertama kali, Kak Hunain tidak berhenti.

Setelah sesi Kak Hunain, nanti saya akan memaparkan tentang kegiatan OTF selama seminggu ke depan. OTF ini semacam trial bagi teman-teman untuk merasakan langsung fasilitas belajar di Persiapan Tubel, mulai dari website, pretest, post-test, PR, video, slide, hingga Try Out (TO). Setelah itu, saya juga akan menjelaskan tentang pendaftaran kelas baru untuk SPMB Tubel PKN STAN dan SPMB Tubel BPKP.

Tanpa berlama-lama lagi, saya persilakan waktunya dan tempatnya kepada Kak Hunain.


Sharing Session: Perjuangan Lulus SPMB Tubel Bersama Kak Hunain

Oleh: Muhammad Hunain Alfaris

Selamat siang teman-teman. Saya akan sharing secara singkat, jelas, dan padat mengenai alasan kenapa saya dulu gagal, cara bangkit, strategi lolos Tubel, dan pengalaman les di Persiapan Tubel. Semoga apa yang saya bagikan ini bermanfaat, terutama bagi teman-teman yang baru pertama kali ikut atau yang pernah gagal sebelumnya.

Perkenalan Singkat

Nama saya Muhammad Hunain Alfaris, biasa dipanggil Hunain. Homebase saya di kota Yogyakarta. Pendidikan saya tahun 2019 lulus Diploma 1 Pajak, kemudian tahun 2025 lolos D3 Pajak SPMB Tubel. Sebelumnya saya bekerja di DJP dari tahun 2020 sampai 2024 di KPP Pratama Probolinggo, dan tahun 2025 di KPP Pratama Jember.

Pengalaman saya selama di SPMB Tubel:

  • 2022: Kesempatan pertama, gagal.
  • 2023: Tidak bisa daftar karena syarat diubah menjadi lebih ketat.
  • 2024: Umur saya melebihi tanggal persyaratan.
  • 2025: Mencoba lagi karena syarat diperbarui di PMK 34 Tahun 2024 menjadi lebih longgar, sehingga saya bisa daftar dan lolos.

FYI, di tahun 2024 saya sebenarnya sudah daftar UT (Universitas Terbuka). Sudah jalan 3 bulan, tiba-tiba keluar PMK 34. Setelah itu, saya langsung mencabut UT saya. Saya berhenti dan fokus belajar Tubel. Menurut saya, kalau UT disambi Tubel itu kurang efektif. Akhirnya saya gambling fokus Tubel.

Analisis Kegagalan di Masa Lalu

Kenapa dulu saya bisa gagal di tahun 2022?

  1. Tidak serius menyiapkan Tubel. Saya akui saat itu kurang serius. Pembenarannya karena capek di seksi pelayanan (Front Office plus Back Office), belum lagi tambahan ZI-WBK dan lain-lain. Baterai sudah habis di kantor. Ini jangan dicontoh ya, teman-teman. Kita harus tetap semangat.
  2. Distraksi. Kalian harus analisis distraksi kalian apa. Apakah suka maraton anime, drakor, nge-game, atau pacaran? Distraksi ini kalau bisa dihilangkan dulu supaya bisa fokus all in belajar Tubel.
  3. Kurang persiapan & Jarang belajar. Waktu kesempatan pertama, saya melihat soal TPA dan TBI sebenarnya mudah, tapi saya kurang belajar. TBI saya nilainya gede (bahkan melebihi teman yang lolos), tapi TPA saya jeblok karena jarang latihan soal hitungan dan rumus.

Cara Bangkit dari Kegagalan

Bagaimana caranya bangkit?

  1. Tetapkan motivasi terbesar. Apa bahan bakar kalian? Kalau saya, motivasi terbesar adalah tidak ingin mengecewakan orang tua. Saya sudah bilang ke orang tua tiap tahun, “Pak, Bu, doakan aku pengin daftar Tubel.” Baru tahun keempat ini bisa lolos. Saya ingin mewujudkan ekspektasi orang tua.
  2. Kerja vs Kuliah. Saya tidak suka bekerja disambi kuliah karena capek. Pulang kerja harus belajar sendiri, mengerjakan tugas, dan belajar buat ujian. Prinsip saya: kerja ya kerja, kuliah ya kuliah. Jadi saya tidak punya pilihan lain selain lolos Tubel.
  3. Jenjang Karir. Di DJP, kalau memilih Tubel, grade otomatis menyesuaikan jenjang pendidikan. Kalau kuliah di luar (non-Tubel), harus ikut UPKP (Ujian Penyesuaian Kenaikan Pangkat). UPKP itu tidak mudah, ada materinya yang tidak sedikit, dan saya tahu ada pegawai yang gagal di kesempatan pertama.

Strategi Lolos SPMB Tubel

  1. Ikut Bimbel. Kenapa wajib? Karena kita butuh materi yang terstruktur. Kita butuh fasilitas lengkap untuk latihan soal dan try out. Kita juga butuh data perbandingan hasil latihan kita dengan peserta lain untuk tahu posisi kita (ranking). Selain itu, kita butuh simulasi psikotes, wawancara, dan grup diskusi agar tidak ketinggalan info penting pemberkasan.
  2. All Out 120%. Manfaatkan semua fasilitas bimbel dengan maksimal. Keluarkan potensi diri 120% dan aktifkan mode serius. Jangan setengah-setengah. Saya sampai menghabiskan setengah jatah cuti saya seminggu sebelum TPA/TBI untuk belajar. Saya gambling, karena kalau lolos Tubel cutinya hangus, tapi saya pakai untuk mematangkan persiapan.
  3. Banyak Latihan Soal. Semakin banyak latihan, semakin besar peluang lolos karena kita tidak tahu varian soal mana yang keluar.
  4. Manajemen Waktu. Sebisa mungkin belajar setiap hari, minimal 5 soal. Kalau lompat-lompat harinya, nanti lupa. Sabtu dan Minggu itu waktu emas. Manfaatkan 50% untuk latihan soal, 50% untuk me-time. Senin sampai Jumat waktu efektifnya mungkin cuma 2 jam malam hari, jadi Sabtu-Minggu sangat krusial.
  5. Berdoa dan Restu Orang Tua. Berdoa setiap hari (saya berdoa selama 4 tahun), beribadah maksimal, minta restu orang tua, dan jaga kesehatan.

Pengalaman Tes SPMB Tubel

  • TPA & TBI: Perbandingannya 50% mudah, 50% susah. Susah pun masih bisa dikerjakan. Karena saya sudah latihan ratusan soal di Persiapan Tubel (modul dan website saya habiskan), saya sudah paham mana soal susah dan mudah. TBI pilihan gandanya mirip-mirip, solusinya banyak latihan soal.
  • Psikotes: Kepribadian tidak terlalu susah, mudah dipahami. Pengalaman teman-teman yang lolos, 90-95% jawabannya “rata kanan” (Sangat Setuju) atau “rata kiri” (Sangat Tidak Setuju) tergantung soal positif/negatif. Hanya 5% yang jawab Setuju/Tidak Setuju. Ingat, harus teliti membaca soal. Di website Persiapan Tubel, ujian Pauli penyajiannya mirip ujian aslinya, jadi usahakan stabil dan jawab banyak.
  • Wawancara: Jangan grogi, santai tapi serius, jaga tata krama karena pewawancara adalah dosen STAN (S2/S3). Jangan berbohong. Jawab jujur karena jawaban akan dikuliti sampai dalam. Kalau berbohong pasti ketahuan. Saya pernah ditanya sesuatu yang saya tidak lakukan, saya jawab jujur tidak melakukan, dan tetap lolos. Persiapan Tubel menyediakan kumpulan pertanyaan wawancara untuk latihan.

Tips Tambahan

  • Lingkungan Tes: Cari tempat di kantor yang kondusif. Pengalaman saya kemarin dapat ruangan dekat pintu keluar masuk pegawai, itu sangat mengganggu konsentrasi.
  • Strategi Mengerjakan Soal: Kalau soal susah, skip dulu. Jangan terpaku pada satu soal. Kerjakan yang bisa dulu, baru kembali ke yang susah agar waktu tidak terbuang.
  • Perbanyak Try Out: Habiskan semua TO. Minimal H-1 atau H-2 bulan sebelum ujian, fokus habiskan TO, bukan materi lagi.
  • Jangan SKS (Sistem Kebut Semalam): Materi Tubel itu banyak banget, rumus banyak, cara cepat juga banyak. Tidak mungkin selesai dalam 1-2 bulan. Kalau niat, belajar dari sekarang. Belajar lebih cepat lebih baik.

Testimoni Bimbel di Persiapan Tubel

  • Grup Diskusi: Sangat penting untuk persiapan pemberkasan, tanya jawab soal, dan diskusi psikotes/wawancara.
  • Website: Materinya lengkap, latihan soal banyak, TO banyak. Tes Pauli sangat mirip aslinya. Penyajian data TO (TPA, TBI, Pauli) lengkap dan enak dibaca.
  • Zoom Kelas & Modul: Memacu semangat belajar karena melihat teman lain belajar. Modul lengkap (TPA, TBI, Psikotes, Wawancara).
  • Simulasi: Ada simulasi psikotes dengan psikolog dan simulasi wawancara dengan tim Persiapan Tubel. Ini sangat membantu mengetahui kekurangan dan mengurangi grogi.

Sesi Tanya Jawab (Q&A)

Q: Mas, kemarin daftar dari awal Diploma 3 atau awalnya daftar D4 terus mengambil yang D3? A (Kak Hunain): Saya dulu langsung milih yang D3. Karena aturan D1 LS yang boleh dialokasikan ke D3 itu muncul di pertengahan. Selain itu, saya realistis dan oportunis. Kuota D3 lebih banyak daripada D4 (yang cuma 20 orang), sedangkan ini sudah tahun keempat saya mencoba. Jadi saya pilih peluang yang paling gede.

Q: Bagaimana lingkungan kantor Kakak saat akan Tubel? Di kantor saya kalau belajar dianggap terlalu ambis, jadi agak minder. A (Kak Hunain): Kebetulan di seksi pengawasan satu angkatan cuma dua orang, dan teman saya sudah UT. Jadi saya tidak menggubris orang lain. Mau dianggap ambis atau apa, saya fokus tujuan sendiri. Kalau kerjaan sudah beres, saya pakai waktu kosong buat belajar di kantor. Saya masa bodoh, karena kalau kita tidak lolos karena takut dianggap ambis, siapa yang mau tanggung jawab? Ini demi masa depan kita sendiri.

Q: Kapan healing-nya, Kak? A (Kak Hunain): Sekarang enggak ada healing. Sebelum Tubel belajar terus 6 bulan. Setelah lolos Tubel pun belajar lagi karena kuliah D3 sekarang tugasnya banyak, ada apel, dan kegiatan Sabtu-Minggu. Mungkin healing-nya nanti pas libur semester.

Q: Materi di Persiapan Tubel membantu atau mirip dengan soal asli? A (Kak Hunain): Sangat membantu. Materi dan latihan soalnya saya sikat semua. Soal variannya banyak, jadi waktu ujian saya sudah hafal tipe soal yang keluar. Bahkan materinya lebih lengkap dibanding bimbel lain yang dulu pernah saya ikuti saat mau masuk D1.

Q: Ada tips supaya suka Bahasa Inggris (TBI)? Saya agak malas karena banyak hafalan. A (Kak Hunain): TBI maupun TPA itu sebenarnya materi yang dulu pernah kita pelajari saat masuk STAN. Tinggal diingat-ingat lagi. Kalau takut TBI isinya hafalan, hadapi sedikit demi sedikit. Materi di Persiapan Tubel sudah dipecah per sub-bab, jadi pelajari satu per satu. Catat rumus penting. Intinya, apa yang ada di website dikerjakan setiap hari meskipun sedikit.

Q: Kapan mulai start belajar serius? A (Kak Hunain): Saya ikut OTF bulan November. Desember itu pemanasan, mulai Januari saya serius belajar (all out). Saya langsung daftar gelombang pertama.

Q: H-1 ujian apakah tetap belajar atau rileks? A (Kak Hunain): Tiap orang beda-beda. Kalau saya, tipe yang makin banyak belajar makin PD. H-1 bahkan beberapa jam sebelum ujian saya masih buka-buka materi biar tidak ada yang lupa. Tapi kembali lagi ke preferensi masing-masing.

Q: Ada referensi soal Figural yang mirip ujian asli? A (Kak Hunain): Saya fokus yang disediakan Persiapan Tubel. Memang Figural ujian kemarin lebih susah dari prediksi, tapi latihan soal tetap membantu pola pikirnya.

Q: Bagaimana mengatasi overthinking atau emosi saat belajar karena tekanan pekerjaan/direndahkan orang lain? A (Kak Hunain): Jangan terlalu overthinking, apalagi memikirkan pendapat orang lain. Itu tidak penting. Kalau kita mati, orang lain cuma bilang “Innalillahi”, sudah selesai. Fokus saja sama tujuan dan orang tua. Sedikit cerita, ibu saya meninggal dunia 10 hari setelah tes TPA/TBI (sebelum psikotes). Bayangkan bagaimana saya harus menyeimbangkan psikologis mengerjakan psikotes saat orang yang paling ingin saya banggakan sudah tiada. Jadi, overthinking bisa dilatih untuk dihilangkan. Fokus ke soal, jangan ke omongan orang.

Q: Berapa lama waktu ujian TPA, TBI, Psikotes, dan Wawancara? A (Kak Hunain): TPA/TBI waktunya sesuai dengan simulasi TO. Psikotes sekitar 3-4 jam. Wawancara bervariasi, saya sekitar 45 menit, ada teman yang 30 menit, maksimal 1 jam.

Q: Kalau tidak bisa ikut kelas Zoom, apakah ditonton ulang? A (Kak Hunain): Iya. Kalau materinya gampang dan saya sudah paham, saya skip. Tapi kalau materinya susah dan saya ketinggalan, saya tonton ulang record-nya dengan kecepatan dipercepat (speed up).


Penjelasan Fasilitas & Program Belajar Persiapan Tubel

Terima kasih Kak Hunain atas sharing-nya yang luar biasa. Selanjutnya saya akan menjelaskan mengenai kegiatan OTF dan fasilitas yang ada di Persiapan Tubel.

Gambaran Kegiatan OTF & Fasilitas Website

Di OTF ini, teman-teman diberikan hak akses yang lebih luas dibandingkan free user. Berikut cara efektif memanfaatkan materi di website persiapantubel.com:

  1. Menu Materi (TPA & TBI): Materi dibagi menjadi bab dan sub-bab kecil (micro-learning ala “Dracin” atau Drama Cina yang durasinya pendek-pendek).
    • Pre-test: Sangat disarankan mengerjakan ini dulu (25-30 soal) untuk mengukur kemampuan awal.
    • Mode Belajar: Tersedia dalam bentuk Slide dan Video. Silakan pilih sesuai gaya belajar masing-masing.
    • Post-test: Setelah belajar materi, kerjakan post-test untuk menguji pemahaman.
    • Pembahasan: Tersedia pembahasan lengkap, termasuk “Cara Cep” (Cara Cepat) ala Persiapan Tubel.
  2. Pekerjaan Rumah (PR): Berfungsi melihat sejauh mana pemahaman materi. Ada 25-30 soal per PR dengan pembahasan lengkap setelah selesai mengerjakan.

  3. Mini Games: Kumpulan soal materi acak. Disarankan dikerjakan nanti saja setelah semua materi bab selesai dipelajari.

  4. Try Out (TO):
    • Teman-teman OTF sudah mendapat tiket gratis TO.
    • Sistem penilaian menggunakan IRT (Item Response Theory), di mana bobot nilai tergantung tingkat kesulitan soal (banyak yang salah = bobot tinggi). Tidak ada nilai minus.
    • Pembahasan TO baru muncul setelah periode TO berakhir (tanggal 29) untuk menjaga sportivitas, namun nilai langsung keluar.
    • Pastikan koneksi internet stabil (di atas 4 Mbps) karena waktu server terus berjalan meskipun internet putus.
  5. Psikotes & Wawancara:
    • Tes Pauli: Tampilan didesain semirip mungkin dengan ujian asli (grafik, input angka). Tips: jika layar harus scroll, silakan zoom out browser agar tampilan soal memanjang ke kanan dan tidak perlu scroll. Tersedia total hingga 150 paket Pauli bagi siswa.
    • Tes Kepribadian: Sudah tersedia simulasi untuk dipelajari.
  6. Grup Diskusi & Nutrisi Tubel:
    • Di grup belajar, akan ada “Nutrisi Tubel” yaitu materi singkat plus soal latihan rutin (selang-seling TPA dan TBI).
    • Jangan ragu bertanya atau posting soal di grup. Lebih baik tidak tahu sekarang daripada saat ujian.

Jadwal & Program Baru

Kelas Zoom perdana akan dimulai tanggal 16 Desember 2024. Sesi pertama akan diisi oleh Psikolog untuk membahas kesiapan mental (mental health) dan cara belajar efektif sebelum masuk ke materi teknis.

Kami meluncurkan dua program sekaligus:

  1. SPMB Tubel PKN STAN (Orbit Focus)
    • Total 71 pertemuan (termasuk materi dasar, pemantapan soal, bedah DRH, sesi psikolog).
    • Fasilitas bedah DRH (Daftar Riwayat Hidup) ditaruh di awal agar teman-teman bisa membangun CV selama setahun ke depan.
    • Sudah termasuk pembahasan soal TPA Bappenas dan soal tahun lalu.
  2. SPMB Tubel BPKP (Stellar)
    • Mirip dengan paket STAN, namun include Listening (TOEFL ITP) karena ujian BPKP (khususnya UB) menggunakan listening.
    • Garansi: Jika belum lulus di BPKP (ujian biasanya April), teman-teman bisa lanjut ikut kelas persiapan PKN STAN tanpa biaya tambahan.

Promo & Pendaftaran

Pendaftaran dibuka mulai hari ini melalui website.

  • Early Bird: Harga spesial (bisa dicicil 2x, pelunasan Januari). Batas akhir pendaftaran Early Bird tanggal 30 November.
  • Diskon Tambahan:
    • Diskon Kelompok: Daftar minimal 3 orang, diskon tambahan Rp50.000 per orang.
    • Diskon Alumni: Bagi yang pernah menjadi siswa Persiapan Tubel tahun sebelumnya, gunakan kode BANGKITBERJUANG untuk diskon tambahan Rp100.000.
  • Fasilitas Lain: Modul cetak dikirim gratis ongkir ke seluruh Indonesia (pengiriman awal Desember).

Penutup

Besok kita akan lanjut kegiatan OTF hari kedua dengan membahas Statistik SPMB Tubel 2025 (persaingan jurusan, nilai ambang batas, dll).

Sekali lagi terima kasih kepada Kak Hunain dan teman-teman semua. Apapun alasan kalian ikut Tubel—demi orang tua, demi karir, atau sekadar ingin libur dari pekerjaan—itu semua valid selama diperjuangkan dengan sungguh-sungguh. Sampai jumpa di sesi berikutnya!