Wacana & Penarikan Kesimpulan

Strategi Menaklukkan Soal Wacana dan Kemampuan Penalaran: Bedah Materi dan Pembahasan Soal

Halo, Teman-teman. Mohon maaf sebelumnya jika tadi sempat ada kendala jaringan sehingga terputus sebentar. Jika nanti ada kendala lagi di layar atau suaranya, tolong segera diberitahu, ya.

Balik lagi, kita akan membahas soal-soal verbal lagi. Kemarin kita sudah membahas verbal 1 dan verbal 2. Hari ini, insyaallah kita akan membahas tentang Wacana dan Kemampuan Penalaran. Karena materi wacana dan kemampuan penalaran ini agak berbeda banget, jadi insyaallah nanti akan kita bagi dua sesi. Kita akan bahas dulu wacana, lalu nanti kita bahas kemampuan penalaran.

Tadi saya sudah membagikan join code untuk Quizizz di layar, dan link-nya juga sudah di-share ulang di chat. Jadi, Quizizz kali ini bukan pre-test dan post-test, tapi kita bagi dua. Sesi pertama adalah Quizizz wacana. Setelah kita bahas wacana, nanti kita akan Quizizz lagi khusus untuk kemampuan penalaran.

Di Quizizz yang pertama, teman-teman menjawab soal tentang paragraf deduktif, paragraf induktif, ide pokok, mencari pernyataan salah dan benar, serta mungkin sekilas tentang sinonim dan antonim. Lalu, teman-teman juga mencoba menjawab soal yang diminta mencari mana pernyataan yang memperkuat atau memperlemah argumen yang ada di atasnya.

Mari kita bahas materinya terlebih dahulu sebelum masuk ke pembahasan detail soal Quizizz.

Bagian 1: Membedah Materi Wacana

Apa saja sih yang sering masuk di soal wacana? Yang paling sering masuk itu pertama-tama adalah tentang Ide Pokok.

Ide Pokok dan Kalimat Utama

Ide pokok, kalimat utama, atau kalimat pokok itu intinya sama saja, hanya beda nomenklaturnya. Biasanya, kalau kalimat utama itu tertulis plek ketiplek (sama persis) satu kalimat penuh seperti yang ada di teks. Tapi kalau ide pokok, itu biasanya lebih dipersingkat, namun tidak menghilangkan unsur-unsur yang penting. Jadi sebenarnya ide pokok atau kalimat utama itu sama saja.

Dalam menentukan ide pokok, kita bisa mengetahuinya dari jenis-jenis paragraf. Jenis paragraf itu sebenarnya ada empat:

  1. Deduktif: Ide pokok atau kalimat utamanya ada di awal paragraf. Sifatnya umum dulu, baru dijelaskan secara khusus dengan kalimat-kalimat penjelas.
  2. Induktif: Kebalikannya, ide pokok atau kalimat utamanya ada di akhir paragraf. Sifatnya khusus (detail) dulu, baru nanti dikasih kalimat secara umumnya yang lebih luas.
  3. Campuran: Ide pokok ada di awal dan di akhir paragraf. Jika ada di awal dan akhir, mereka pasti akan nge-link (terhubung) dan menjelaskan inti hal yang sama.
  4. Cerita: Intinya semua bagian adalah ide pokok karena dalam bentuk cerita.

Yang perlu teman-teman highlight di sini adalah ide pokok atau kalimat utama itu sifatnya umum. Ide pokok adalah kalimat yang dijelaskan oleh kalimat-kalimat yang lain dalam paragraf itu.

Tips Mencari Ide Pokok

Ketika disuruh cari ide pokok, kita harus tahu paragraf itu deduktif, induktif, atau campuran. Artinya, teman-teman bisa langsung mencurigai kalimat awalnya atau kalimat akhirnya. Baca kalimat awal dan akhir paragrafnya.

Jika teman-teman melihat kalimat pertama sifatnya umum dan kalimat terakhir juga umum, lalu bingung mana ide pokoknya, teman-teman bisa melihat kalimat-kalimat lain (kalimat penjelas). Kira-kira kalimat lain ini lebih menjelaskan ke kalimat yang pertama atau ke kalimat yang terakhir? Jika kalimat yang lain menjelaskan ke kalimat yang pertama, berarti gagasan utamanya adalah kalimat yang pertama tadi.

Strategi Mengerjakan Soal Wacana

Berikut adalah beberapa poin penting yang perlu diketahui dalam mengerjakan soal wacana:

  1. Mencari Jawaban Benar/Salah: Jika diminta mencari jawaban yang benar atau salah, baca dulu pilihan jawabannya. Bawa pilihan jawaban A, B, C ke teks di atas. Cari apakah ada atau tidak.
  2. Mencari Gagasan Utama Paragraf: Baca bagian awal dan akhir paragraf. Ingat, cari yang sifatnya lebih umum.
  3. Mencari Gagasan Utama Keseluruhan Teks: Gagasan tersebut harus dijelaskan atau dibahas dalam setiap paragraf. Jika hanya dibahas di awal saja, berarti bukan itu gagasan utamanya.
  4. Memilih Judul: Judul itu sifatnya umum, bukan rinci. Judul harus sejalan dengan tema. Tema adalah gagasan yang menggambarkan keseluruhan isi wacana. Untuk menentukan tema, kita harus paham ide pokok tiap paragraf (baca awal dan akhir tiap paragraf). Judul harus mewakili tema yang dibahas terus-menerus di tiap paragraf tersebut. Ingat, judul yang dimaksud di sini adalah judul formal, bukan judul artikel clickbait zaman sekarang.
  5. Mencari Kesimpulan: Dalam sebuah teks yang baik, ada pembukaan, isi, dan penutup. Kesimpulan biasanya ada di paragraf terakhir. Jadi, paragraf kesimpulan bisa teman-teman lihat di paragraf terakhir yang menyimpulkan isi teks tersebut.

Golden Rules: Aturan emas dalam mengerjakan soal wacana adalah baca dulu soalnya. Jangan langsung baca teksnya dari awal sampai akhir. Percuma kita baca teks panjang lebar, ternyata yang ditanya hanya arti kata spesifik di paragraf kelima. Kalau kita baca soal dulu, kita tahu apa yang mau dicari, jadi tidak bolak-balik dan menghabiskan waktu.


Bagian 2: Pembahasan Soal Wacana (Review Quizizz)

Mari kita review sekilas hasil Quizizz tadi. Ada yang sudah hampir benar semua, dan beberapa soal memang agak sulit.

Soal Kesimpulan (Badan Informasi Geospasial/BIG)

Pertanyaan: Hal yang dapat disimpulkan dari bacaan di atas. Tadi kita bahas bahwa kesimpulan ada di paragraf terakhir. Di paragraf terakhir teks tersebut, dibahas bahwa Badan Informasi Geospasial (BIG) bertanggung jawab menjamin ketersediaan akses IG, mewujudkan kebergunaan melalui kerja sama, dan menjadi referensi tunggal.

Jawaban yang paling tepat adalah tentang pentingnya BIG sebagai solusi penyatuan dan sumber referensi data geospasial. Mengapa bukan jawaban “Banyaknya fungsi dan kegunaan data geospasial”? Karena kesimpulan harus bersifat menjelaskan dan memberikan closure (penutup/kepastian). Kalau hanya bilang “banyaknya fungsi”, itu terlalu umum dan terbuka. Kesimpulan harus memberitahu fungsinya sebagai apa, yaitu sebagai solusi penyatuan dan referensi tunggal.

Soal Gagasan Utama (Batik Daun Nipah)

Pertanyaan: Gagasan utama bacaan di atas. Kita lihat kalimat awal: “Siapa sangka lembaran daun kering dan buah nipah dapat dimanfaatkan untuk membuat kain cantik bercorak batik?” Kalimat akhir: “Kain yang digunakan untuk membuat batik ini bisa beragam mulai dari kanvas, blacu, kaos, primisima hingga sutra.”

Kalimat akhir sudah sangat detail (menyebut jenis kain). Kalimat awal lebih umum. Maka gagasan utamanya adalah Kain batik dari buah nipah dan daun kering. Ada yang terkecoh menjawab “Daun kering digunakan untuk mencetak motif”. Itu sudah masuk detail penjelas. Ingat, gagasan utama cari yang paling umum. Di awal dia bilang membuat “kain batik”, nanti di penjelas baru diberi tahu nipah untuk warna, daun kering untuk motifnya.

Soal Pokok Bahasan Paragraf Kedua (Air Minum)

Pertanyaan: Pokok bahasan pada paragraf kedua. Kalimat awal paragraf kedua membahas ketentuan air minum yang layak dan aman (tidak berasa, berbau, berwarna). Kalimat akhir membahas manfaat minum air putih. Kita lihat kalimat penjelasnya. Ternyata kalimat lain menjelaskan tentang standar kesehatan dan menghindari penyakit akibat air terkontaminasi. Ini lebih menjelaskan ke kalimat awal. Maka pokok bahasannya adalah Ketentuan kualitas air putih.

Soal Judul (Manfaat Air Putih)

Masih teks yang sama. Judul harus dibahas di semua paragraf. Paragraf pertama membahas manfaat minum air putih bagi tubuh. Paragraf kedua membahas standar air minum tapi ditutup lagi dengan manfaat minum air putih. Karena manfaat dibahas di paragraf pertama dan disinggung lagi di penutup paragraf kedua, maka judul yang tepat adalah Manfaat Air Putih.

Soal Kata “Besutan”

Pertanyaan: Kata “besutan” pada paragraf keempat sama artinya dengan? Konteks kalimatnya: “Film komedi besutan Seth Rogen…” Dalam seni film atau karya yang tidak bisa dipegang bentuk fisiknya (abstrak), kita menyebutnya Ciptaan. Kalau “buatan” biasanya untuk benda fisik seperti patung. Jadi, besutan sama artinya dengan ciptaan.

Soal Fakta (Benar/Salah)

Pertanyaan: Yang bukan merupakan fakta dari bacaan di atas. Untuk soal ini, bawa pilihan jawaban satu per satu ke teks. Jawaban yang benar adalah yang menyatakan peretas Tiongkok menyerang bank di Korea Utara. Padahal di teks (faktanya), serangan terjadi pada bank dan TV di Korea Selatan. Jadi pilihan itu tidak sesuai fakta.


Bagian 3: Memperkuat dan Memperlemah Argumen

Materi ini sering muncul. Aturan utamanya:

  1. Jangan gunakan perasaan atau pengetahuan umum secara berlebihan. Tetaplah berada dalam koridor teks.
  2. Serang atau dukung Asumsinya. Argumen terdiri dari Premis (fakta/dasar pemikiran) dan Kesimpulan. Jembatan antara Premis ke Kesimpulan adalah Asumsi. Untuk memperkuat/memperlemah, kita harus fokus pada jembatan ini.

Contoh Logika: Premis: “Sedia payung sebelum hujan.” Kesimpulan: “Agar tidak basah.” Asumsi/Jembatan: Payung menyebabkan tidak basah. Cara memperlemah: Serang jembatannya. Misalnya, “Kalau hujannya badai angin kencang, payung tidak bisa membendung air sehingga tetap basah.” Jangan jawab dengan hal ekstrem atau tidak relevan seperti “Lebih baik naik mobil saja.” Itu solusi lain, bukan memperlemah argumen tentang payung.

Jawaban yang harus dihindari:

  • Tidak relevan: Membahas topik sama tapi tidak mengubah keadaan argumen.
  • Terlalu ekstrem: Menggunakan kata “selalu” atau “pasti”, padahal soal hanya bicara kecenderungan.
  • Kebalikannya: Diminta memperlemah malah memperkuat.

Pembahasan Soal Quizizz Argumentasi

1. Soal Kedai Kopi (WiFi Cepat)

  • Argumen: Pemilik kedai menyediakan WiFi cepat (Premis) -> Pelanggan betah berlama-lama dan cenderung memesan makanan tambahan (Kesimpulan).
  • Memperkuat: Kita harus dukung asumsi bahwa WiFi cepat membuat pelanggan lama dan pesan makan.
  • Jawaban: Data menunjukkan rata-rata durasi kunjungan meningkat dari 30 menit menjadi 2 jam setelah WiFi dipercepat. Ini memperkuat secara langsung. Jawaban lain seperti “Mahasiswa bawa laptop” itu benar secara logika umum, tapi tidak sekuat data langsung yang menghubungkan durasi dengan WiFi.

2. Soal Car Free Day (CFD)

  • Klaim: CFD efektif meningkatkan kesehatan karena mendorong jalan kaki dan bersepeda.
  • Memperkuat: Cari fakta yang mendukung hubungan CFD dengan kesehatan.
  • Jawaban: Survei menunjukkan warga yang rutin ke CFD memiliki indeks massa tubuh lebih ideal. Jawaban lain yang membahas “Polusi menurun di hari Minggu” itu tidak langsung, karena polusi menurun mempengaruhi semua orang, bukan hanya yang ikut CFD.

3. Soal Iklan Video Pendek

  • Argumen: Iklan video pendek lebih efektif meningkatkan penjualan dibanding gambar statis.
  • Memperkuat: Cari bukti penjualan meningkat karena video.
  • Jawaban: Tingkat klik pada tautan pembelian produk meningkat pada akun yang menggunakan konten video. (Klik beli = penjualan). Jawaban “Algoritma lebih sering menampilkan video” itu hanya soal exposure, belum tentu penjualan.

4. Soal Panel Surya

  • Argumen: Panel surya di rumah tangga adalah langkah konkret mengurangi beban pembangkit listrik tenaga batu bara nasional.
  • Memperkuat: Hubungkan penggunaan listrik rumah tangga dengan beban nasional.
  • Jawaban: Penggunaan listrik rumah tangga merupakan kontributor terbesar (60%) terhadap total konsumsi listrik nasional. Karena rumah tangga adalah mayoritas konsumen, maka jika mereka pakai panel surya, beban nasional (batu bara) otomatis berkurang signifikan. Jawaban yang membahas “hemat tagihan listrik” itu salah fokus, karena yang dibahas adalah beban negara, bukan dompet pribadi.

5. Soal Lampu LED (Koreksi Kunci Jawaban)

  • Argumen: Lampu LED efektif menurunkan tagihan listrik karena dayanya rendah.
  • Memperlemah: Kita harus bilang bahwa ganti LED tidak ngefek ke tagihan.
  • Jawaban: Sebagian besar beban tagihan listrik rumah tangga berasal dari AC dan pompa air, bukan pencahayaan. Ini mematahkan argumen karena meskipun LED hemat, kalau porsi listrik terbesar adalah AC, maka tagihan tidak akan turun signifikan. (Mohon maaf tadi di Quizizz kuncinya sempat salah, jawaban yang benar adalah yang membahas AC dan pompa air).

6. Soal Buku Fisik vs. Gawai

  • Argumen: Baca buku fisik bikin tidur lebih cepat dibanding gawai.
  • Memperlemah: Cari alasan kenapa baca buku fisik tidak bikin tidur cepat.
  • Jawaban: Membaca buku fisik dengan alur cerita menegangkan justru memicu otak tetap terjaga.

Bagian 4: Kemampuan Penalaran (Logical Reasoning)

Sekarang kita masuk ke Kemampuan Penalaran. Banyak yang kesulitan di sini karena terbiasa memasukkan pengetahuan umum.

Logika Tertutup

Dasar yang harus diketahui adalah sebuah kesimpulan itu sah dan valid apabila berasal dari premis yang benar dan prosedur yang sah. Logika dasarnya adalah Logika Tertutup. Kita hanya percaya pada apa yang ada di soal. Jika soal bilang “Kambing bisa terbang”, maka itu dianggap BENAR. Jangan dilawan dengan fakta dunia nyata.

Aturan Umum Penarikan Kesimpulan

  1. Afirmatif vs. Negatif:
    • Jika kedua premis positif (afirmatif), kesimpulan harus positif.
    • Jika salah satu premis negatif (ada kata “tidak”/”bukan”), kesimpulan harus negatif.
    • Jika kedua premis negatif, tidak ada kesimpulan yang sah.
  2. Universal vs. Partikular:
    • Universal: “Semua”, “Setiap”, “Tidak ada” (artinya semua tidak).
    • Partikular: “Sebagian”, “Beberapa”, “Ada”.
    • Jika salah satu premis partikular (“Sebagian”), maka kesimpulannya harus Partikular (“Sebagian”).
    • Jika “Semua” ketemu “Semua”, kesimpulan boleh “Semua” atau “Sebagian”, asalkan tidak melanggar aturan lain.
    • Jika “Sebagian” ketemu “Sebagian”, tidak dapat ditarik kesimpulan.

Silogisme Kategoris

Contoh:

  • Semua hewan dapat mati.
  • Semua manusia adalah hewan.
  • Middle Term (term penengah) adalah “hewan” (ada di kedua premis). Middle term ini hilang di kesimpulan.
  • Kesimpulan: Semua manusia dapat mati.

Logika Jika-Maka (Implikasi)

Ada tiga modus utama:

  1. Silogisme:
    • P1: Jika P maka Q
    • P2: Jika Q maka R
    • Kesimpulan: Jika P maka R
  2. Modus Ponens:
    • P1: Jika P maka Q
    • P2: P (Terjadi)
    • Kesimpulan: Q (Terjadi)
  3. Modus Tollens:
    • P1: Jika P maka Q
    • P2: Negasi Q (Tidak Q)
    • Kesimpulan: Negasi P (Tidak P)

Ingat: Jika P2-nya adalah Q, atau P2-nya adalah Negasi P, maka tidak dapat ditarik kesimpulan.

Ekuivalensi (Kontraposisi): Pernyataan “Jika P maka Q” itu setara (equivalent) dengan “Jika Tidak Q maka Tidak P”. Rumus: P -> Q = ~Q -> ~P Jika di pilihan jawaban tidak ada “Jika P maka Q”, carilah kontraposisinya.

Logika “Dan” vs “Atau”

  • DAN: Bernilai BENAR hanya jika keduanya benar. Kalau salah satu salah, maka nilai kalimat itu salah.
    • Contoh: Syarat lulus adalah nilai TPA > 400 DAN TBI > 300. Kalau TPA 400 tapi TBI 200, maka Tidak Lulus.
  • ATAU: Bernilai SALAH hanya jika keduanya salah. Kalau salah satu saja benar, maka kalimat itu bernilai benar.

Bagian 5: Pembahasan Soal Penalaran (Review Quizizz)

Mari kita terapkan teori di atas pada soal-soal Quizizz tadi.

1. Soal Beli Barang Kecil (Modus Tollens)

  • P1: Jika beli barang kecil (P), maka harga sulit rendah (Q).
  • P2: Harga tidak sulit rendah (Negasi Q).
  • Kesimpulan: Negasi P (Tidak membeli barang dalam jumlah kecil). Dalam negasi, cukup tambahkan kata “tidak”. Jangan buat logika baru seperti “mendapat diskon” atau “beli banyak”. Cukup “Tidak membeli dalam jumlah kecil”.

2. Soal Limbah (Logika “Dan”)

  • Syarat limbah: Cair DAN Berwarna.
  • Materi B: Berwarna tapi Tidak Cair.
  • Karena syarat “Dan” harus keduanya terpenuhi, dan Materi B tidak memenuhi salah satu, maka Materi B bukan limbah.

3. Soal Pijat Refleksi (Rantai Logika & Kontraposisi)

  • Pijat Refleksi (P) -> Diberi Ramuan (Q).
  • Diberi Ramuan (Q) -> Tusuk Jarum (R).
  • Kesimpulan Silogisme: Jika Pijat Refleksi (P) -> Tusuk Jarum (R).
  • Ternyata pilihan P -> R tidak ada. Cari kontraposisinya: Jika Tidak R maka Tidak P (Jika tidak disertai tusuk jarum, maka tidak dipijat refleksi).

4. Soal Mesin (Semua vs Sebagian)

  • P1: Semua mesin punya katup.
  • P2: Sebagian mesin berukuran kecil.
  • Kesimpulan: Sebagian mesin berukuran tidak kecil dan memiliki katup. Pilihan “Sebagian mesin tidak memiliki katup” itu SALAH karena premis 1 bilang semua punya katup.

5. Soal Kekeringan dan Panen (Gabungan Modus)

  • Jika Bencana (P) -> Air berkurang (Q). (Diketahui terjadi P -> maka Q).
  • Jika Padi subur (R) -> Panen meningkat (S). (Diketahui panen tidak meningkat / Negasi S -> maka Negasi R).
  • Kesimpulan: Pasokan air berkurang (Q) ATAU padi tidak tumbuh subur (Negasi R).

6. Soal Urutan Nilai (P, Q, R, S, T) Ini butuh ketelitian merangkum info:

  • R > P
  • R = 2Q
  • P + Q = S
  • P > T
  • P = 1/3 S

Analisis:

  • P = 1/3 S, berarti Q = 2/3 S (karena P+Q=S). Jadi Q > P.
  • R = 2Q = 2(2/3 S) = 4/3 S. Berarti R > S.
  • Urutan sejauh ini: R > S > Q > P.
  • Diketahui P > T.
  • Maka urutan lengkap dari tertinggi: R - S - Q - P - T.

7. Soal Pemadaman Listrik (Logika Kembar) Kita harus merangkum kondisi yang saling berhubungan:

  • AS padam -> AW menyala.
  • AM padam -> AS menyala (Artinya kondisi AM berlawanan dengan AS).
  • AM menyala -> AL menyala.
  • AW padam -> AR menyala (Kondisi AW berlawanan dengan AR).
  • AL menyala -> AY menyala.

Pertanyaan: Jika AW menyala, siapa yang menyala? Jika AW menyala -> AS padam (karena berlawanan). Jika AS padam -> AM menyala (karena berlawanan). Jika AM menyala -> AL menyala. Jika AL menyala -> AY menyala. Jadi yang menyala: Amarta (AM), Alengka (AL), dan Ayodia (AY).

Pertanyaan: Jika Alengka (AL) padam? Jika AL padam, cari yang kondisinya berlawanan. Dari rantai di atas, kita tahu Astina (AS) selalu berlawanan dengan Amarta (AM), dan AM sejalan dengan Alengka. Jadi jika AL padam -> AM padam -> Astina (AS) Menyala. Namun pertanyaannya “wilayah lain yang menyala”, jawabannya adalah Astina. (Koreksi: Jika pertanyaannya mencari yang kondisinya berlawanan dengan Alengka yang sedang padam/atau menyala, kuncinya adalah melihat pola hubungan terbalik antar kota).

8. Soal Hewan Buas (Negasi Ganda)

  • “Tidak ada yang tidak dapat dijinakkan” = Semuanya dapat dijinakkan (Afirmatif).
  • P1: Beberapa pemakan daging adalah hewan buas.
  • P2: Semua hewan buas dapat dijinakkan.
  • Coret middle term (hewan buas). “Semua” ketemu “Beberapa” hasilnya “Beberapa”.
  • Kesimpulan: Beberapa hewan pemakan daging dapat dijinakkan oleh manusia.

9. Soal Ekstrakurikuler (Kontraposisi)

  • P1: Jika hari Minggu (P) -> Luar ruangan (Q).
  • P2: Jika Luar ruangan (Q) -> Pakai PDL (R).
  • Kesimpulan: Jika Hari Minggu (P) -> Pakai PDL (R).
  • Tidak ada di pilihan? Cari kontraposisi: Jika tidak R maka tidak P. (Jika siswa tidak mengenakan PDL, maka kegiatan tidak diadakan pada hari Minggu).

10. Soal Polisi (Logika “Dan”)

  • Syarat Polisi: Pandai menembak DAN Tangkas.
  • Tuan X: Tidak Tangkas.
  • Karena syarat “Dan” harus keduanya benar, maka Tuan X bukan polisi. (Meskipun dia pandai menembak).

11. Soal Farle (Logika “Atau”)

  • Farle diterima di Univ A ATAU Univ B.
  • Fakta: Farle TIDAK di Univ A.
  • Logika “Atau” hanya salah jika keduanya salah. Agar pernyataan awal tetap benar, maka jika satu opsi salah (Tidak di A), opsi lainnya WAJIB benar.
  • Kesimpulan: Farle kuliah di Universitas B.

12. Soal Oni Makan Udang/Cumi (Logika “Atau”)

  • Oni suka udang ATAU cumi-cumi.
  • Fakta: Oni suka makan cumi-cumi.
  • Karena salah satu sudah benar (suka cumi), maka bagian “suka udang” itu bebas (bisa suka, bisa tidak). Logika “Atau” sudah terpenuhi dengan satu kebenaran.
  • Jangan menyimpulkan “Kadang-kadang suka” atau “Oni suka seafood” (di luar teks).
  • Jangan menyimpulkan “Jika makan udang maka tidak makan cumi” (itu logika eksklusif yang tidak ada di aturan “Atau”).
  • Jadi kesimpulannya hanya terbatas pada fakta yang sudah ada, atau jika pilihannya memaksa memilih kemungkinan, jawaban yang paling aman adalah yang tidak bertentangan. Namun biasanya soal seperti ini menjebak di opsi tambahannya.

Demikian pembahasan kita hari ini mengenai Wacana dan Kemampuan Penalaran. Kuncinya adalah sering berlatih dan tetap berpegang pada aturan logika tertutup serta ketelitian membaca teks. Bahan ajar nanti akan di-update oleh tim persiapan Tubel setelah diberi watermark.

Terima kasih banyak teman-teman yang sudah bergabung. Selamat berakhir pekan dan selamat belajar!

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.