Inversion & Causative

Bedah Materi Tubel: Kupas Tuntas Inversion dan Causative

Selamat malam teman-teman semua. Izin, apakah suara dan gambarnya terlihat? Oke, siap. Terima kasih ya. Karena sudah aman, berarti kita mulai pertemuan kita malam ini.

Seperti biasa, teman-teman sudah diberikan PR untuk materi Inversion dan Causative. Di situ ada kurang lebih 19 soal, yang terdiri dari 10 soal Inversion dan 9 soal Causative.

Pengenalan Materi Inversion

Sedikit pengenalan singkat tentang materi Inversion. Inversion itu pertama kali keluar, kalau aku tidak salah ingat, dari tahun 2016 ke atas. Jadi, dari tahunku ikut Tubel sampai ke bawah (sebelum 2016), materi Inversion itu tidak pernah ada. Materi ini baru keluar di atas tahun 2016. Jadi, kalau nanti teman-teman punya soal tahun-tahun sebelumnya, coba dilihat, di tahun 2016 ke bawah itu tidak ada materi Inversion. Bisa dibilang ini materi yang “baru keluar” di Tubel.

Kalau tahun ini Inversion keluar lagi, kemungkinan soalnya itu di antara soal nomor 1 sampai 10. Kalaupun keluar, biasanya Inversion itu cuma satu soal saja. Begitu juga dengan Causative, kalaupun keluar biasanya cuma satu soal. Bedanya, Causative bukan materi baru di Tubel.

Materi Inversion sendiri sudah ada di website persiapan Tubel, nanti teman-teman bisa lihat di sana. Mari kita mulai bedah materi Inversion.

Konsep Dasar Inversion

Materi Inversion kurang lebih sama seperti materi kita sebelumnya, yaitu materi yang tidak perlu diartikan untuk bisa dapat jawabannya. Artinya, ketika teman-teman melihat ada soal Inversion, kalian harus mencari yang namanya petunjuk soal.

Sebelum mengerjakan, kalian harus tahu dulu inti dari materi Inversion itu apa dan apa yang membedakannya dengan materi lain. Kalau materi Comparison kan jelas ada kata more, most, atau as…as. Atau Gerund and Infinitive ada kata kerja tertentu seperti recommend atau mind.

Lalu, apa yang dimaksud dengan Inversion? Inversion ini bisa disangkutpautkan dengan materi Tenses.

Coba ingat pola kalimat umum. Pola kalimat umum terdiri dari SPO (Subjek, Predikat, Objek). Itu yang paling umum. Ketika teman-teman melihat ada subjek, tinggal cari predikat, selesai. Sederhananya, cari saja subjek di awal maka kalian sudah benar karena itu pola kalimat umum.

Bedanya, materi Inversion itu dibalik. Dia tidak dimulai dengan subjek. Justru subjeknya letaknya di tengah-tengah. Inilah yang membedakan materi Inversion dengan materi kalimat umum.

Orang sering bilang Inversion ini seperti bertanya. Contoh kalau kita bertanya: “Have you eaten?” atau “Have you taken breakfast?”. Di sini ada kata have dulu baru subjek you. Subjek letaknya bukan tepat di awal kalimat. Beda dengan kalimat umum: “You have taken breakfast”.

Jadi intinya, pola Inversion itu seperti pola bertanya, di mana subjek letaknya pasti bukan di awal kalimat. Namun, yang membedakan antara pola Inversion dengan kalimat tanya biasa adalah Inversion diakhiri dengan tanda titik, bukan tanda tanya.

Petunjuk Soal Inversion: Kata Bermakna Negatif

Kapan kita tahu itu soal Inversion? Petunjuknya adalah ketika kalian bertemu dengan kata bermakna negatif tepat di awal kalimat. Kalau ketemu, kalian bisa langsung dapat logikanya kalau ini adalah Inversion.

Kata bermakna negatif maksudnya adalah kata yang ada makna “tidak” di dalamnya, tapi tidak perlu ada kata not-nya. Contohnya:

  • Hardly
  • Rarely (jarang, bermakna tidak sering)
  • Barely
  • Never (dari kata not ever)
  • No + titik-titik (No sooner, Not until)
  • Not di awal.

Kalau kalian menemukan kata bermakna negatif ini tepat di awal kalimat, berarti itu soal Inversion. Contoh soal nomor 1 ada kata Hardly, nomor 2 ada kata No sooner.

Tapi, soal kalian tidak melulu bakal di awal kalimat. Kalau di awal, itu terlalu gampang dikenali. Variasi soal Inversion bisa muncul di tengah kalimat.

Variasi Soal: Biasanya ada induk kalimat, kemudian ada kata that. Ingat, that di sini artinya bukan “yang” (seperti di Adjective Clause), tapi artinya “bahwa”. Jika setelah kata that ada kata bermakna negatif, maka itu juga soal Inversion.

Kesimpulannya, variasi soal Inversion ada dua:

  1. Tepat di awal kalimat ada kata bermakna negatif.
  2. Kata bermakna negatifnya muncul setelah that.

Contoh soal nomor 3 ada kata that diikuti not until. Soal nomor 4 ada kata that diikuti barely.

Bagaimana kalau muncul soal seperti ini: “She never… her homework”? Kita lihat ada kata negatif never, tapi tidak tepat di awal kalimat dan di sebelah kiri never tidak ada that. Apakah ini Inversion? Bukan. Ini soal kalimat umum biasa. Karena never letaknya setelah subjek, bukan di awal dan bukan setelah that. Jadi, tinggal cari predikat setelah subjek She.

Pola Kalimat Inversion

Polanya sebenarnya gampang.

  1. Diawali Kata Bermakna Negatif.
  2. Diikuti Auxiliary (bukan subjek).
  3. Baru Subjek.
  4. Diikuti Verb.
  5. Objek.

Di sini ada dua kata kunci: Auxiliary dan Verb. Auxiliary akan menentukan Verb apa yang digunakan.

  • Kalau Auxiliary-nya To Be, maka kata kerjanya bisa Verb-ing (aktif continuous) atau Verb 3 (pasif).
  • Kalau Auxiliary-nya Have/Has/Had (maknanya telah/perfect), maka kata kerjanya Verb 3.
  • Kalau Auxiliary-nya Modals, maka kata kerjanya Verb Infinitive.
  • Kalau Auxiliary-nya Do/Does/Did, maka kata kerjanya Verb Infinitive.

Jadi logikanya, kalian tidak mungkin pakai Has lalu muncul Verb-ing, atau pakai To Be lalu muncul Verb 2. Itu tidak mungkin. Inversion itu ibarat kita majukan auxiliary ke depan setelah kata negatif, lalu subjek, lalu verb.

Pembahasan Soal Inversion (Kata Negatif)

Soal Nomor 1: Ada kata Hardly di awal kalimat. Berarti ini Inversion. Langsung eliminasi pilihan yang diawali subjek (seperti The…), itu pasti salah. Kemudian cek pola Auxiliary dan Verb-nya.

  • Pilihan yang pakai Did harus diikuti Verb Infinitive. Kalau Did diikuti Verb 2/3, itu salah. Didn’t tidak pernah diikuti Verb 2/3.
  • Cek konteks tenses-nya (Present atau Past). Di soal nomor 1 ada kata kerja berakhiran -ed (misalnya asserted atau sejenisnya di kalimat lain), berarti konteksnya Past.
  • Yang sesuai konteks Past adalah Had + Verb 3.
  • Catatan Tambahan (Jebakan): Bagaimana jika ada pilihan Did + Infinitive (benar secara bentuk) dan Had + Verb 3 (benar secara bentuk)? Lihat konteksnya. Jika ada kata When + Verb 2 di sebelahnya, maka yang digunakan adalah Past Perfect (Had + Verb 3). Karena dianggap kegiatannya terjadi lebih dulu ketimbang yang di sebelah kanan (When + Verb 2). Jadi jawabannya yang Had.

Filosofi Inversion: Ada yang bertanya, buat apa Inversion? Konsepnya adalah variasi bentuk bahasa. Bahasa Inggris itu sederhana (SPO), tapi ada variasi supaya tidak monoton dan tidak terkesan “itu-itu saja”. Orang Inggris suka menghilangkan redudansi atau menggeser struktur untuk keindahan berbahasa.

Catatan: Kata Yet bermakna negatif (belum), tapi tidak memunculkan Inversion. Yet biasanya pasangan dari Already.

Soal Nomor 2: Petunjuknya No sooner di awal. Eliminasi yang diawali subjek. Cek konteks tenses. Ada kata Finished (Verb 2/Past). Berarti harus sama-sama Past. Pilihan yang pakai Has (Present) atau Does (Present) salah. Jawabannya yang bentuk Past (Had). Catatan: Pasangan kata untuk No sooner adalah Than, bukan When atau lainnya. Ini sering muncul di soal Error Recognition. Sama seperti Not only pasangannya But also.

Soal Nomor 3: Petunjuknya Not until setelah kata that. Ini Inversion. Eliminasi yang diawali subjek. Cek bentuk yang salah: Has harus diikuti Verb 3. Kalau diikuti Infinitive, salah. Cek konteks tenses: Ada kata asserted (Past). Maka jawabannya yang Past (Did), bukan Present (Does).

Soal Nomor 4: Petunjuknya Barely setelah that. Eliminasi yang diawali subjek. Cek bentuk: Does harus diikuti Infinitive. Cek konteks: Ada kata contended (Past). Maka jawabannya yang Past (Did).


Pengembangan Materi Inversion

Ternyata bentuk Inversion berkembang, tidak hanya pakai kata bermakna negatif.

Inversion Tipe 2: Keterangan Tempat (Place Expression)

Bentuk kedua ini menggunakan keterangan tempat.

  1. Bentuk 1: Keterangan tempat tepat di awal kalimat, diawali Preposisi + Tempat (misalnya On the table, At the station).
  2. Bentuk 2: Keterangan tempat setelah kata that. (Misalnya that under…, that over…).

Pola Kalimatnya: Keterangan Tempat + Predikat + Objek (Subjek Sebenarnya).

Cara menjawabnya berbeda dengan yang tipe negatif. Di sini, Predikat ditentukan oleh Objek (Subjek yang ada di belakangnya).

  • Kalau objeknya tunggal, predikat tunggal.
  • Kalau objeknya jamak, predikat jamak.
  • Mirip konsep There is / There are atau Here is / Here are.

Contoh Soal (Nomor 5): Petunjuk: Diawali On (Preposisi tempat). Lihat objek di belakang: Birds (jamak). Lihat AOT (Adverb of Time) / Konteks: Last night (Past). Cari predikat yang untuk jamak dan bentuk Past.

Contoh Soal (Nomor 6): Petunjuk: Diawali At. Lihat objek: Colony (tunggal). Lihat AOT: Every year (Present). Cari predikat tunggal Present. Hati-hati, subjek They (jamak) pakai Do, Susan (tunggal) pakai Does.

Jebakan Soal: Banyak yang tidak sadar ini soal Inversion dan menjawab dengan pola SPO biasa (Subjek dulu baru Predikat). Padahal kalau diawali keterangan tempat, harus dibalik (Predikat dulu baru Subjek/Objek). Ini sering muncul sebagai jebakan.

Soal Nomor 7: Petunjuk: Under setelah that. Lihat objek: Species (bisa tunggal/jamak, cek konteks). Lihat AOT: Since + waktu. Kalau ada Since, utamakan Perfect.

Soal Nomor 8: Petunjuk: Over setelah that. Lihat objek: Range (jamak). Lihat AOT/Kata kerja lain: Observe (Present). Cari predikat Present untuk jamak (tidak suka ‘S’). Jawabannya Navigate. Catatan: Kadang setelah that tidak langsung benda, bisa Adjective (Kata Sifat) dulu, misalnya Endangered (berakhiran -ed/ing sebagai adjective). Harus jeli melihat objek sebenarnya di sebelah kanan.

Inversion Tipe 3: Only + …

Bentuk terakhir yang mungkin keluar adalah diawali kata Only. Contoh: Only after, Only if, dsb. Bisa tepat di awal kalimat atau setelah kata that. Polanya sama dengan tipe 1: Only… + Auxiliary + Subject + Verb.

Soal Nomor 9: Petunjuk: Only after di awal. Eliminasi yang diawali subjek (pakai The…). Cek konteks: Ada kata Had (Past Perfect). Pasangannya biasanya Simple Past. Jadi polanya Only after (dengan Past Perfect) + Inversion (Simple Past).

Soal Nomor 10: Petunjuk: Only after setelah that. Eliminasi yang diawali subjek. Cek bentuk: Has harus Verb 3. Cek konteks: Ada kata emphasized (Past). Cari jawaban Past (Did).


Materi Causative

Materi Causative ini sudah mulai jarang keluar karena materinya berkembang, tapi wajib tahu. Intinya Causative adalah menyuruh seseorang melakukan sesuatu atau menyuruh sesuatu untuk dilakukan.

Cirinya: Ada dua kata kerja dalam satu kalimat. Kalau di soal sudah ada kata kerja, lalu di pilihan jawaban ada kata kerja lagi, kemungkinannya tiga: Gerund, Infinitive, atau Causative. Tugas kalian adalah menghafal kata kerjanya.

Kelompok Kata Kerja Causative

Untuk Causative yang sekarang digunakan di soal Tubel/TOEFL, ada dua kelompok utama:

Kelompok 1: Make, Have, Let.

  • Pola Aktif: Subject + Make/Have/Let + Orang + Verb Infinitive.
  • Pola Pasif: Subject + Make/Have + Benda + Verb 3.
    • Khusus Let: Pasifnya pakai Be + Verb 3.
  • Catatan: Kata Help sudah tidak relevan dijadikan patokan Causative karena bisa diikuti Infinitive (American) atau To Infinitive (British). Keduanya benar, jadi sering dikeluarkan dari soal ujian.

Kelompok 2: Get.

  • Pola Aktif: Subject + Get + Orang + To Verb Infinitive.
  • Pola Pasif: Subject + Get + Benda + Verb 3.

Kelompok 3 (Pengecualian/Jarang): Permit, Ask, Tell, Order. Kelompok ini untuk aktif memang pakai To Verb Infinitive, tapi untuk pasif sudah jarang dipakai atau tidak ada bentuk pasif Causative-nya di soal-soal terbaru. Jadi fokus saja ke kelompok 1 dan 2.

Tantangan Mengerjakan Soal Causative

Tantangannya adalah ketika di pilihan ganda ada kata kerja aktif dan pasif sekaligus. Kalian harus mengartikan. Kecuali jika ada By + Object, itu pasti bentuk Pasif (Verb 3).

Contoh Soal (Nomor 11): Kata kerja: Got (dari Get). Pilihan: To prepare (Aktif) atau Prepared (Pasif). Artikan: Koki berpengalaman menyuruh muridnya mempersiapkan atau dipersiapkan? Mempersiapkan (Aktif). Jawabannya To prepare.

Contoh Soal (Nomor 12): Kata kerja: Has (dari Have). Pilihan: Left (Pasif) atau Leave (Aktif). Artikan: Supervisor tidak pernah membiarkan dokumen penting ditinggalkan atau meninggalkan? Ditinggalkan (Pasif). Jawabannya Left.

Contoh Soal (Nomor 13): Kata kerja: Having (dari Have). Kata kerja di jawaban: Run. Ingat Run - Ran - Run. Bentuk 1 dan 3 sama. Jawabannya pasti Run.

Contoh Soal (Nomor 14): Nyonya Johnson menyuruh tukang kebun memangkas bunga. Kata kerja: Made (dari Make). Aktif (Memangkas) -> Pakai Verb Infinitive. Jawabannya Prune.

Tips Tambahan: Kalau kalian bingung mengartikan, biasanya manusia cenderung aktif, benda cenderung pasif. Tapi ini tidak mutlak, lebih baik tetap diartikan.

Contoh Soal (Nomor 18 & 19): Ada kata By + Object. Ini pasti Pasif. Causative Pasif selalu pakai Verb 3. Nomor 18 jawabannya Reviewed. Nomor 19 jawabannya Inspected.


Tanya Jawab dan Materi Tambahan

Tantangan Materi Lain

Banyak yang merasa materi Gerund and Infinitive serta pasangan Tenses itu sulit karena hafalan. Sayangnya, tidak ada cara cepat selain menghafal atau membuat “jembatan keledai” sendiri. Sering-sering menulis ulang kata kerjanya setiap hari agar ingat.

Modals (Gambaran Singkat)

Soal Modals (seperti nomor soal tambahan tadi) adalah materi yang wajib diartikan. Kalian harus lihat konteks tenses-nya dulu.

  • Jika konteksnya Past (misal ada kata explained), maka Will dan Shall (Present) pasti salah.
  • Sisa Would (akan/kebiasaan masa lalu) dan Could (dapat/kemampuan masa lalu).
  • Artikan kalimatnya: “Petugas menjelaskan peraturan agar tidak terjadi kesalahpahaman.” Ini menyatakan tujuan, maka jawabannya Would.

Can vs May:

  • Can: Dapat/Bisa (Kemampuan).
  • May: Boleh (Izin) atau Mungkin (Kemungkinan).
  • Contoh: “Bolehkah laki-laki masuk ruangan khusus wanita?” Jawabannya terkait izin (May), bukan kemampuan (Can). Laki-laki bisa masuk (punya kaki), tapi tidak boleh.
  • Contoh: “Langit gelap, … hujan.” Ini kemungkinan, jadi pakai May.

Such vs So vs Such as

  • So: Diikuti Kata Sifat (So + Adjective + That).
  • Such: Diikuti Kata Benda (Such + Noun + That).
    • Jika bendanya tunggal, pakai Such a/an.
    • Jika bendanya jamak, tidak pakai a/an.
  • Such as: Artinya “seperti” atau “antara lain”. Beda dengan pola Such…that (betapa…sehingga).

Analisis Soal Keramik/Manik-manik (Beads): Soal: “The beads used in… may be made from…”

  • Maybe (disambung) artinya “mungkin” (adverb).
  • May be (dipisah) artinya “mungkin adalah/di-“ (Modal + Be).
  • Karena konteksnya pasif (terbuat dari / made from), kita butuh Be untuk menemani Verb 3. Jadi harusnya May be made, bukan Maybe made.
  • Ceramics: Bisa countable (barang keramik) atau uncountable (bahan dasar). Kalau merujuk ke bahan, harusnya tunggal (Ceramic). Tapi di soal opsi Ceramics sering dianggap benar sebagai kategori produk/bahan jamak.
  • Either… Or, Neither… Nor.

Sekian materi malam ini. Khusus Modals dan Conjunction nanti ada sesi tersendiri karena itu materi yang harus diartikan. Terima kasih buat waktunya, semoga bermanfaat untuk persiapan Tubel kalian. Semangat!


This file is located at: _chapters/210-tbi-transkrip/050-inversion-causative.md