Reviu Pelaksanaan SPMB TB 2025
Bedah Tuntas SPMB Tubel: Perbedaan 2024 vs 2025 dan Strategi Menghadapi 2026
Selamat malam, teman-teman sekalian. Terima kasih buat Tubel 2026 yang sudah hadir. Kita akan memulai sesi Zoom OTF Day 2 kita. Pada kesempatan ini, kita akan melihat kira-kira apa yang berbeda dari SPMB Tubel tahun 2025 jika kita bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Nanti saya akan mencoba menampilkan beberapa perbedaan antara tahun 2024 dengan 2025. Walaupun secara umum sebenarnya tidak banyak berubah, tapi mungkin ada beberapa hal yang teman-teman perlu tahu. Dengan mengetahui apa yang berbeda dari tahun 2024 dengan tahun 2025, minimal teman-teman bisa mempersiapkan diri. Jadi, minimal teman-teman sudah tahu perbedaannya dan mungkin bisa membuat semacam strategi untuk persiapan.
Perkenalan Narasumber
Sebelumnya, perkenalan dulu ya teman-teman. Walaupun kemarin sudah memperkenalkan diri, mungkin ada yang baru bergabung di Zoom malam ini. Perkenalkan nama saya Dede. Di sini saya menjadi koordinator akademik di Persiapan Tubel. Saya sendiri lulus D3 tahun 2012. Saya masuk D3 tahun 2009, kemudian masuk D3 PBB Penilai lulus tahun 2012.
Saya adalah angkatan kedua yang sempat menganggur satu tahun. Jadi bagi teman-teman di sini yang mungkin lulusnya di atas 2016, kemungkinan besar tidak pernah merasakan menganggur setahun. Saya lulus 2012, tapi penempatannya baru tahun 2013 di Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Saat ini saya penempatan di Kanwil Sumut 1. Ketika 2013 itu, penempatan saya di homebase di Rantau Prapat, Sumatera Utara.
Kemudian saya melanjutkan Tubel tahun 2016. Zaman saya itu juga berlaku Tubel 2 tahun, jadi 2 tahun sejak PNS baru bisa Tubel. Saya Tubel D4, waktu itu namanya D4 Ahli Program karena saya bukan dari Akuntansi. Saya kuliah selama 2 tahun. Saya mencoba Tubel pertama kali tahun 2016, lulus, kuliah 2 tahun, dan lulus tahun 2018.
Zaman saya itu berlakunya PMK yang lama. Di PMK lama, kuliah itu wajib 2 tahun. Artinya ketika tidak lulus dalam 2 tahun, itu pasti langsung DO (Drop Out). Tapi sejak berlakunya PMK terkait Tubel yang terbaru, jangka waktu kuliah paling lama diperpanjang menjadi 3 tahun. Itu sedikit perbedaannya.
Saya penempatan D4 di Kantor Pusat. Disclaimer saja bagi teman-teman yang mungkin dari DJP atau Kementerian Keuangan, kalau sekarang untuk Tubel D3 dan D4, sependek pengetahuan saya tidak ada yang namanya cross function. Jadi walaupun nanti teman-teman dari BC, DJP, DJA, atau DJPB, setelah selesai Tubel D3 atau D4 tidak akan penempatan di tempat lain. Penempatannya tetap di instansi terakhir. Hanya saja untuk DJP, penempatannya banyaknya di Kantor Pusat atau di Jakarta, walaupun sekarang trennya sudah tidak lagi hanya di Jakarta, tapi sudah disebar di seluruh wilayah Indonesia.
Kalau untuk Bea Cukai, setahu saya penempatannya kembali ke unit terakhir di mana mereka ditempatkan. Jadi, terkait penempatan setelah selesai Tubel itu kembali ke unit masing-masing. Tidak ada cross function kalau kita di Kementerian Keuangan.
Setelah itu, saya melanjutkan Tubel lagi S2 di Jepang, di GRIPS, ikut program World Bank. Jadi, untuk teman-teman yang sudah masuk Sarjana atau D4, nanti bisa melanjut lagi untuk kuliah S2 selama 2 tahun juga. Intinya perjalanan kita untuk Tubel itu memang 2 tahun 2 tahun sejak ditempatkan kembali.
Mari kita coba melihat ada apa dengan SPMB Tubel tahun 2025. Kita di sini santai saja, ngobrol dan diskusi untuk melihat sejauh apa perbedaannya dan informasi penting apa yang bisa didapatkan untuk persiapan SPMB Tubel tahun 2026.
Analisis Kuota: Tren Penurunan dan Kejutan
Yang pertama dan paling penting pasti kuota. Kalau kita bandingkan kuota tahun 2024 dengan tahun 2025, perbedaan yang paling mencolok memang kuota Tubel cenderung mengalami penurunan. Kalau dibilang pernah naik atau tidak, setahu saya pernah, tapi rata-rata secara umum trennya adalah turun.
Bedanya apa? Tahun 2024 itu belum berlaku yang namanya D1 LS. Tahun 2025 adalah perdana dicoba yang namanya D1 LS. Setiap tahun, SPMB Tubel memiliki perbedaan-perbedaan, entah dari syarat, jurusan, ataupun seleksinya. Contohnya, tahun 2023 itu D3 tidak perlu tes wawancara, tapi ternyata tahun 2024 D3 juga wajib wawancara.
Artinya, tahun depan pun kemungkinan besar apakah ada update terbaru atau perubahan, jawabannya sangat mungkin. Selama saya ada di persiapan Tubel dari tahun 2019, setiap tahun pasti ada kejutan. Contoh lagi tahun 2022, itu pertama kali Tubel peringkat CKP-nya harus “Sangat Baik” selama 2 tahun berturut-turut. Itu membuat banyak yang gagal syarat. Tapi untungnya di SPMB Tubel 2024 dan 2025, tidak ada lagi penilaian “Sangat Baik”. Jadi bagi teman-teman yang mendengar isu soal nilai CKP harus sangat sangat baik, itu pernah ada, tapi sekarang sudah tidak ada lagi.
Tahun 2024 kuotanya 1.145, sedangkan tahun 2025 menjadi lebih sedikit. Perbedaannya lagi, tahun 2024 sempat ada kuota khusus untuk teman-teman di PUPR. Ini sangat mungkin terjadi, misalnya ada kuota khusus untuk BPKP atau instansi lain, tapi itu tidak bisa dijadikan patokan pasti setiap tahun ada. Itu tergantung permintaan instansi tersebut. STAN hanya penyelenggara kuliah, mereka hanya menerima request dari Eselon 1 atau KLPD.
Kesimpulannya, untuk kuota setiap tahun memang cenderung turun, tapi tahun depan kita tidak tahu apakah turun, tetap, atau naik. Apalagi ada isu tentang seleksi Kementerian Keuangan dari STAN saja, kita tidak tahu apakah itu termasuk Tubel atau tidak. Jadi berapapun kuota yang tersedia, jangan berpikiran macam-macam, langsung persiapkan diri.
Timeline Pelaksanaan: Jangan Terpaku pada Bulan Juni
Kalau ditanya apakah ada waktu atau bulan pasti kapan Tubel keluar, sayangnya tidak ada. Kalau dilihat tahun 2024 dan 2025 sama-sama bulan Juni, tapi itu bukan patokan pasti. Zaman saya tahun 2016, ujiannya bulan April, pengumuman Maret. Biasanya rentang dari pengumuman sampai pelaksanaan itu sekitar satu bulan.
Apakah tahun depan sudah pasti Juni? Belum tentu. Bisa jadi lebih cepat atau lebih lambat. Tahun 2022 atau 2023 malah diadakan bulan Juli. Yang perlu diingat, tahun 2020 karena COVID, tidak ada seleksi Tubel. Itu pertama kali dalam 5 tahun berturut-turut Tubel tidak ada. Hal tak terduga ini sangat mungkin terjadi. Dampaknya ke tahun 2021, banyak teman-teman belajarnya jadi “yakin nggak yakin”. Mereka baru gabung persiapan mepet ketika pengumuman keluar. Sementara yang sudah belajar dari 2019 dapat keuntungan.
Jadi, rentang waktu pelaksanaan Tubel itu kita tidak pernah tahu. Jangka waktu antar tahap juga bervariasi. Tahun 2024, dari pengumuman TPA/TBI ke Tes Psikologi itu mepet banget, cuma punya waktu bersiap 1 minggu. Sedangkan tahun 2025, jedanya agak lebih longgar, sekitar 1 bulan.
Namun, untuk wawancara tahun 2025 itu mepet. Pengumuman hasil psikotes tanggal 9 Oktober, tes wawancaranya tanggal 14 Oktober. Cuma ada waktu persiapan 4 hari. Banyak siswa persiapan Tubel tahun ini (sampai 58%) lulus karena mereka sudah belajar dari jauh-jauh hari. Jadi 4 hari yang tersisa tinggal dimanfaatkan untuk mock-up. Kunci kelulusan Kak Hunain dan Kak Amelia kemarin adalah persiapan dini. Jangan sampai menunggu pengumuman baru belajar.
Tahapan Seleksi
Untuk pelaksanaan ujian masih sama seperti yang dulu. Bedanya, tahun 2023 tes wawancara dan psikotes digabung jadi satu hari (pagi psikotes, siang wawancara). Sejak 2024 sampai sekarang sudah dipisahkan.
1. Seleksi Administrasi Administrasi ini adalah berkas-berkas yang wajib dilengkapi. Banyak teman-teman di tahun 2023 gagal di sini karena syarat “Sangat Baik” 2 tahun berturut-turut. Untungnya sekarang diganti dengan surat rekomendasi.
Terkait isu UT (Universitas Terbuka), apakah sedang UT bisa ikut Tubel? Jawabannya bisa, sepanjang belum lulus atau ijazahnya belum diakui. Jadi kalau teman-teman dari D1 dan sedang UT untuk D3 tapi belum lulus, tetap bisa mencoba Tubel D4. Persiapan Tubel sudah mengonfirmasi hal ini ke bagian kepegawaian dan menganalisa PMK terbaru. Pihak STAN pun sudah mengklarifikasi bahwa yang masih UT boleh ikut sepanjang belum lulus. Jadi, jika menemukan isu, sebisa mungkin cross check ke kepegawaian atau sharing ke kami.
2. Tes TPA dan TBI Tidak ada perubahan signifikan. TPA tetap ada Verbal, Kuantitatif, dan Figural. Waktunya pun masih sama. Teman-teman bisa mencoba Try Out (TO) gratis di website kami untuk melihat durasi dan jumlah soal. Sistem penilaiannya masih menggunakan IRT (Item Response Theory), di mana nilai lebih tinggi didapat jika menjawab benar soal yang sedikit orang bisa jawab. Tidak ada sistem minus.
3. Tes Psikologi (Psikotes) Sudah tidak ada lagi tes gambar (seperti gambar orang, pohon, Wartegg). Sekarang ujiannya adalah menjawab 191 pernyataan dalam waktu 1 jam (Tes Kepribadian). Contoh pertanyaannya seperti “Saya ingin dapat memecahkan teka-teki”, dengan pilihan “Sangat Sesuai” sampai “Sangat Tidak Sesuai”.
Tips menjawabnya bukan berarti harus berbohong, tapi harus strategis. Ada yang namanya “rata kanan” (sangat positif). Nanti di kelas persiapan Tubel, kita akan mengundang psikolog untuk menjelaskan tips menjawabnya. Jangan berbohong karena soal psikotes dirancang dengan pertanyaan yang diulang-ulang dengan pengemasan berbeda untuk mengecek konsistensi.
Selain itu, ada tes Pauli. Pauli yang terakhir diujikan menggunakan sistem “Digit Terakhir”. Namun, pernah juga keluar sistem “Ganjil Genap” di tahun 2023. Ganjil Genap ini lebih ekstrem tantangannya, karena selain menghitung, kita harus mensinkronkan (Ganjil = P, Genap = Q). Teman-teman harus siap dengan kedua kemungkinan ini.
4. Tes Wawancara Waktunya bervariasi, ada yang 30 menit, 45 menit, sampai 1 jam. Pewawancara ada dua orang. Bisa dua-duanya dosen, atau satu dosen dan satu dari instansi (DJP/DJBC). Kalau pewawancara dari instansi yang sama, mungkin nyambung. Tapi kalau dari instansi berbeda (misal dari DJA mewawancarai orang DJP), mungkin akan ada istilah teknis yang roaming. Teman-teman harus bisa menjawab pertanyaan dengan baik kepada siapapun pewawancaranya.
Kuota Per Tahapan Tes
Apakah kuota di setiap tahapan ada? Jawabannya ada. Tahun 2024, diambil 3 kali jumlah kuota akhir untuk lolos ke tahap berikutnya. Tahun 2025, hanya diambil 2 kali jumlah kuota.
Ini kadang membuat peserta merasa aman. Tapi ingat, jangan jadikan patokan “kali berapa” itu sebagai standar belajar. Tetap belajar maksimal. Ada juga namanya “Nilai Ambang Batas Minimal” untuk lulus. Kalau nilai teman-teman tidak mencapai ambang batas, walaupun kuota 3 kali lipat belum terpenuhi, tetap tidak akan lolos.
Apakah Nilai TPA/TBI Dibawa Sampai Akhir? Berdasarkan hasil wawancara kami dengan alumni, sepertinya nilai TPA/TBI tidak berpengaruh dominan ke hasil akhir kelulusan. Ada alumni yang nilainya pas di ambang batas minimal (sekitar 858), tapi tetap lulus akhirnya. Kesimpulan sementara kami, nilai TPA/TBI kemungkinan besar tidak di-carry atau dibawa sampai ke tahap terakhir. Yang penting lolos ambang batas dulu, lalu penentunya adalah performa di wawancara dan tahap selanjutnya.
Kuota Per Instansi Apakah ada kuota per instansi? Sepertinya memang ada, tapi tidak menjadi penentu mutlak. Kami tidak menemukan alumni yang nilainya di atas 900 tapi gugur hanya karena kuota instansi penuh. Yang gugur biasanya karena tidak mencapai total minimum lulus. Jadi, meskipun persaingan di DJP atau BC ketat, jangan terlalu khawatir soal kuota per instansi.
Persyaratan Administrasi
Syarat administrasi relatif standar: foto terbaru, surat keterangan sehat jasmani, bebas Narkoba, TBC. Semua bisa didapatkan di Rumah Sakit Pemerintah.
Poin pentingnya:
- Poin 7 (Pegawai Berprestasi): Kalau tidak punya prestasi atau juara lomba, jangan khawatir.
- Poin 8 (Surat Rekomendasi): Ini bisa menggantikan poin prestasi. Minta surat rekomendasi dari Kepala Satuan Kerja.
Hampir tidak ada siswa kami yang gagal karena masalah administrasi, asalkan semua dokumen lengkap sesuai yang diminta. Misalnya soal Hepatitis, kalau tidak diminta spesifik A/B/C, sertakan saja yang ada.
Sebaran Peserta dan Strategi Pemilihan Jurusan
Berdasarkan survei kami, peserta Tubel rentang kelulusannya sangat jauh, mulai dari lulusan 2012 sampai 2022. Paling banyak adalah lulusan tahun 2016. Artinya, persaingan memang ketat karena angkatan lama pun masih mau Tubel.
Dari segi instansi, Kementerian Keuangan mendominasi, terutama DJP (lebih dari 50% peserta), diikuti Bea Cukai dan lainnya. KLPD memang paling sedikit, mungkin karena mereka punya beasiswa sendiri atau pertimbangan Take Home Pay (Tukin) yang tinggi di Pemda tertentu sehingga enggan Tubel.
Strategi Afirmasi vs Non-Afirmasi Peserta dari daerah Afirmasi memiliki privilege. Peserta afirmasi bisa mencoba pilihan Afirmasi maupun Non-Afirmasi, tapi peserta Non-Afirmasi tidak bisa masuk ke Afirmasi.
Faktanya, tingkat persaingan di Non-Afirmasi sangat tinggi. Namun, data menunjukkan banyak orang “pintar” justru menumpuk di jalur Afirmasi karena berpikir oportunis (mencari yang saingannya sedikit). Akibatnya, jalur Afirmasi (terutama Tatap Muka) malah menjadi salah satu yang paling ketat persaingannya secara kualitas nilai.
Ada kasus alumni yang nilainya tinggi (sekitar 950), tapi gagal karena memilih D3 Non-Afirmasi. Padahal kalau dia memilih jalur Afirmasi (yang passing grade-nya lebih rendah), dia pasti masuk. Inilah pentingnya menyusun strategi dan tepat memilih jurusan.
Blended Learning (BL) vs Tatap Muka (TM) Banyak yang menjadikan Blended Learning bukan sebagai pilihan favorit. Namun, tingkat persaingannya berbeda. Besok kita akan mengundang alumni Blended Learning untuk sharing langsung, apakah wajib ke STAN, apakah biaya ditanggung, dan sebagainya.
Ikatan Dinas
Pertanyaan tentang ikatan dinas: apakah nambah? Jawabannya iya, menambah masa ikatan dinas. Ikatan dinas dihabiskan dari yang paling terakhir. Misalnya saya S2, D4, D3. Yang pertama dihabiskan adalah ikatan dinas S2, baru D4, lalu D3.
Penutup dan Informasi Tambahan
Besok kita akan membahas strategi lulus lebih dalam, termasuk melihat contoh DRH (Daftar Riwayat Hidup) dan FPS (Formulir Isian Perkembangan Studi) dari peserta yang lulus. Kita akan bedah apa yang membuat mereka lulus. Kami juga sedang mengembangkan sistem penilaian TO agar bisa mendekati skor asli (ribuan), bukan hanya skala 4 seperti sekarang.
Pendaftaran kelas persiapan SPMB Tubel dan BPKP masih dibuka. Mulai belajar tanggal 16 Desember 2025. Ada promo tambahan untuk pendaftaran kolektif bagi siswa tahun sebelumnya (diskon dobel). Silakan hubungi admin jika diskon tidak muncul otomatis di web.
Terima kasih atas atensi teman-teman. Jangan lupa mengerjakan TO TPA, TBI, Pauli, dan Kepribadian. Sampai jumpa di sesi besok!