Passive Voice

Menguasai Passive Voice untuk Persiapan SPMB, Tubel PKN STAN, dan TOEFL ITP

Halo, Teman-teman. Sekali lagi terima kasih buat waktunya yang sudah bergabung buat belajar malam ini. Bagi yang mungkin belum bisa hadir atau ada teman yang berhalangan karena alasan keluarga, keagamaan, maupun alasan lainnya, nanti bisa belajar dari rekaman (record).

Malam ini kita akan belajar yang namanya Passive Voice. Kalau tadi saya lihat sekilas, penguasaannya masih sekitar 53%. Mungkin ini menjadi tantangan tersendiri bagi teman-teman.

Perbedaan Kalimat Aktif dan Pasif

Kalau teman-teman ingat saat kita belajar Tenses kemarin, kuncinya gampang, tinggal mencari AOT (Adverb of Time/Keterangan Waktu) dan mencari subjek. Nah, ternyata soal pasif ini juga mirip dengan soal Tenses. Lalu, apa bedanya?

Bagi teman-teman yang sudah belajar Tenses atau mengulang rekamannya, mungkin sadar bahwa mayoritas soal yang kita kerjakan di materi Tenses adalah menggunakan kalimat aktif. Jadi, di materi Tenses kemarin kita belajar kalimat aktif, yang dalam bahasa Indonesia biasanya diawali dengan awalan “me-“ atau “ber-“. Contohnya: mengadakan, merevisi, memasak, membaca, menari. Itu semua adalah kalimat aktif.

Ingat, teman-teman, dalam soal SPMB nanti, tidak mungkin semua soalnya dalam bentuk aktif. Dalam berbahasa, semua yang bisa aktif pasti bisa dipasifkan. Artinya, kalau Simple Present bisa aktif, nanti Simple Present juga harus bisa pasif.

Passive Voice adalah bentuk kalimat pasif, atau kata kerja yang diawali dengan “di-“ atau “ter-“. Contohnya: dipukul, direvisi, diadakan, dibaca, dibangunkan. Jadi, kalau nanti teman-teman melihat soal dan ternyata harus dijawab dengan kata kerja yang menggunakan “di-“ atau “ter-“, langsung ambil logikanya: “Oh, ini berarti soal Passive Voice.”

Sama seperti soal Tenses, soal Passive Voice—baik itu di TOEFL, TOEFL ITP, SPMB Tubel PKN STAN, ataupun SPMB Tubel BPKP—semuanya punya ciri-ciri atau petunjuk soal.


Petunjuk Soal Passive Voice

Bagaimana cara mengetahui apakah sebuah soal itu aktif atau pasif?

1. Petunjuk Pertama: “By + Object”

Ini adalah petunjuk paling gampang. Jika teman-teman melihat titik-titik di soal, lalu setelah titik-titik itu ada kata “by” yang diikuti oleh objek atau pelaku, maka itu berarti soal pasif.

Contoh di soal nomor 2: Ada kata by the.... Ingat, kalau ada “by” tambah “the” dan bukan diikuti waktu, berarti “the” di situ berfungsi sebagai objek. Misalnya, subjek itu “I, You, They, We, He, She, It”. Posisinya di depan. Tapi kalau posisinya setelah titik-titik dan menjadi objek, maka “He” menjadi “Him”, “She” menjadi “Her”, “I” menjadi “Me”, “They” menjadi “Them”, “We” menjadi “Us”.

Contoh kalimat: “The new regulatory framework… by them.” Setelah titik-titik ada “by”, setelahnya ada “them” (objek). Maka, ini pasti pasif.

Peringatan: Hati-hati dengan soal nomor 1: “The dissertation chapter bla bla by the time the doctoral…“. Di sini setelah “by” ada waktu (time). Apakah ini petunjuk pasif? Belum tentu. Jadi cara membedakannya:

  • Jika setelah titik-titik ada By + Object = Pasti Pasif.
  • Jika setelah titik-titik ada By + Waktu = Belum tentu Pasif.

2. Petunjuk Kedua: Subjek Non-Manusia

Bagaimana kalau tidak ada kata “by + object”? Petunjuk kedua ini kemungkinannya sekitar 70% pasif (cenderung pasif, tapi tidak mutlak). Caranya adalah lihat sebelum titik-titik, apakah subjeknya non-manusia (hewan, benda, tumbuhan, benda mati, atau benda abstrak).

Logikanya begini:

  • Buku membaca atau buku dibaca? Buku dibaca.
  • Makanan mengantar atau makanan diantar? Makanan diantar.

Contoh soal nomor 1: “The dissertation chapter…“. “Chapter” artinya bab. Bab itu non-manusia. Kata kerjanya “revise”. Bab direvisi atau bab merevisi? Tentu direvisi (pasif).

Daripada menembak jawaban pakai kancing atau cap-cip-cup saat buntu tidak bisa mengartikan, teman-teman bisa pakai cara ini. Cek subjeknya manusia atau bukan. Tapi ingat, ini belum tentu 100% karena ada benda yang bisa aktif, contohnya: “Printer mencetak” (aktif), bukan dicetak.

3. Petunjuk Ketiga: Cara Pengerjaan Sama dengan Tenses

Setelah tahu itu soal Passive Voice, cara pengerjaannya sama dengan Tenses.

  1. Cari AOT (Adverb of Time/Keterangan Waktu). Ini paling penting untuk tahu konteksnya (Present, Past, atau Future).
  2. Cari Subjek. Apakah tunggal atau jamak.

Jika teman-teman sudah menguasai Tenses, akan enak sekali belajar Passive Voice. Kuncinya adalah: Pola Pasif itu cuma satu, yaitu To Be + Verb 3.


Bedah Materi Berdasarkan Tenses

Mari kita bahas satu per satu penerapannya dalam berbagai bentuk waktu.

A. Present Tenses

1. Simple Present Pola kalimat umum adalah SPO (Subjek Predikat Objek).

  • Aktif: Predikatnya Verb 1 (atau Verb 1 + s/es), To Be Present (Is/Am/Are), atau Modal Present.
  • Pasif: Ingat rumusnya, harus To Be + Verb 3. Karena ini Simple Present, maka To Be-nya harus present: Is, Am, Are + Verb 3.

Tugas teman-teman adalah mencari AOT yang sama dengan Tenses: Today, Every + waktu, Always, dll.

Contoh Soal Nomor 2:

  • Petunjuk 1: Ada by + object. Berarti pasif (harus Verb 3). Semua pilihan jawaban Verb 3 (scrutinized), jadi belum bisa eliminasi.
  • Petunjuk 2 (AOT): Ada kata Today. Today itu Present. Berarti yang Past (Were) dan Future (Will) salah. Yang Perfect (Have) juga salah karena konteksnya Simple Present.
  • Petunjuk 3 (Subjek): Ada kata framework (kerangka berpikir). Ini tunggal. Tunggal pakai Is. Jadi jawabannya Is Scrutinized.

2. Present Continuous Kalau Continuous, cirinya ada -ing.

  • Aktif: To Be + Verb-ing.
  • Pasif: Verb 3 harus ada. Tapi Continuous butuh -ing. Maka To Be-nya dijadikan -ing yaitu Being.
  • Rumus Pasif: Is/Am/Are + Being + Verb 3.
  • AOT: Now, Right now, At this moment, kata perintah yang berhubungan dengan indra.

Contoh Soal Nomor 9:

  • Petunjuk: Ada by environmental chemists (By + Object) → Pasif.
  • AOT: Ada Right now → Present Continuous. Cari yang ada -ing-nya.
  • Satu-satunya pilihan yang pakai Being hanya opsi A. Selesai. Meskipun soalnya panjang untuk mengecoh, kalau pakai petunjuk soal, pengerjaannya cepat.

3. Present Perfect

  • Aktif: Have/Has + Verb 3.
  • Pasif: Ingat, sebelum Verb 3 harus ada To Be. To Be untuk Perfect adalah Been.
  • Rumus Pasif: Have/Has + Been + Verb 3.
  • AOT: For + waktu, Since + waktu, Already, Yet, Up to the present.

Ingat, For dan Since tidak mutlak hanya milik Present Perfect, bisa juga Past Perfect atau Future Perfect. Cara membedakannya (Petunjuk Soal ke-4): Cari kata kerja lain yang sudah ada di soal.

  • Jika di soal ada kata kerja bentuk Present (misal: does), maka pilih Present Perfect.
  • Jika di soal ada kata kerja bentuk Past (misal: was), maka pilih Past Perfect.

Contoh Soal Nomor 4:

  • Petunjuk: Ada by the research consortium → Pasif.
  • AOT: Ada Since. Berarti butuh Perfect.
  • Pasif Perfect butuh Been. Eliminasi yang tidak ada Been.
  • Future Perfect butuh By + Time, di sini tidak ada. Jadi eliminasi yang pakai Will.
  • Cek Subjek: Three breakthroughs (Tiga terobosan) → Jamak. Jamak pakai Have. Jawabannya Have been achieved.

4. Present Perfect Continuous

  • Rumus Pasif: Have/Has + Been + Being + Verb 3.
  • Disclaimer: Bentuk “Been Being” ini lazim digunakan hanya dalam konteks formal/akademis. Dalam percakapan sehari-hari jarang, orang lebih sering pakai Perfect biasa (Been + Verb 3). Tapi karena ini ujian akademis, “Been Being” tetap dipakai.
  • AOT: For/Since + Waktu. Jika ada AOT ini, utamakan yang Perfect Lengkap (Perfect Continuous). Jika salah atau tidak ada, gunakan Perfect biasa sebagai alternatif.

Contoh Soal Nomor 7:

  • Petunjuk: Ada by + object → Pasif.
  • AOT: Ada For + waktu. Utamakan Perfect Lengkap.
  • Pilihan antara A dan C. Cek subjeknya: Turbine (Tunggal). Tunggal tidak boleh pakai Have, harus Has.
  • Karena opsi yang lengkap (C) pakai Have (salah secara grammar), maka pilih alternatifnya yaitu yang A (Has been). Jangan memaksakan memilih yang lengkap kalau grammarnya salah.

B. Past Tenses

1. Simple Past

  • Pasif: To Be Past + Verb 3 → Was/Were + Verb 3.
  • AOT: Yesterday, Just now, Last + waktu.

Contoh Soal Nomor 11:

  • Petunjuk: Ada by + object → Pasif.
  • AOT: Yesterday morning. Ini bentuk Past. Apakah spesifik? Tidak, karena pagi itu durasinya panjang. Jadi gunakan Simple Past, bukan Continuous.
  • Jawabannya cari yang Was/Were + Verb 3.

2. Past Continuous

  • Pasif: Was/Were + Being + Verb 3.
  • AOT: Past yang spesifik. Contoh: Yesterday at 7 o’clock, Last night at 9 PM.
  • Ingat, kata “During” tanpa waktu spesifik tidak otomatis menjadi continuous, hati-hati jebakan.

Contoh Soal Nomor 6:

  • Petunjuk: By + Object → Pasif.
  • AOT: Last night (Past) + at 9 PM (Spesifik). Past + Spesifik = Past Continuous.
  • Cari yang pakai Being.

3. Past Perfect

  • Pasif: Had + Been + Verb 3.
  • AOT: For, Since, Already, Yet. (Sama seperti Present Perfect, bedanya lihat konteks kalimat lain apakah ada verb Past).

Contoh Soal Nomor 13:

  • Petunjuk: Ada by sophisticated malware. Ingat, “by” bisa agak jauh jika setelah titik-titik ada preposisi (for, in, on, at, by, about, from). Di sini ada preposisi, lalu ada “by”, berarti Pasif.
  • AOT: Ada Since. Utamakan Perfect.
  • Petunjuk 4 (Kata kerja lain): Ada kata Arrived. Arrived itu Past.
  • Karena konteksnya Past, maka pilih Had been erased (Past Perfect), bukan Has been.

C. Future Tenses

1. Simple Future

  • Aktif: Will + Infinitive (Verb 1 dasar).
  • Pasif: Will + Be + Verb 3.
  • AOT: Tomorrow, Next + waktu, Tonight.

Contoh Soal Nomor 14:

  • Petunjuk: By + Object → Pasif. Harus Verb 3.
  • AOT: Tomorrow at 3 PM. Seharusnya ini spesifik (Future Continuous). Tapi ternyata di pilihan jawaban tidak ada Future Continuous.
  • Jika tidak ada jawaban yang pas dengan AOT (Continuous), boleh cari konteks lain yang masih dalam waktu yang sama. Boleh pakai Simple Future sebagai alternatif.
  • Future Perfect tidak boleh dipilih karena tidak ada By + Waktu.
  • Jawabannya: Will be announced (Simple Future Pasif).

2. Future Continuous

  • Pasif: Will + Be + Being + Verb 3.
  • AOT: Future + Spesifik (At this precise moment, At this time).

Contoh Soal Nomor 15:

  • AOT: Next Monday (Future) + At this precise moment (Spesifik).
  • Subjek: Speakers (Manusia). Jangan terjebak mentang-mentang manusia pasti aktif. Lihat konteks: Pembicara memindahkan atau dipindahkan? Dipindahkan.
  • Cari yang ada -ing (Continuous). Jawabannya yang pakai Being.

3. Future Perfect

  • Pasif: Will + Have + Been + Verb 3.
  • AOT: Wajib ada By + Waktu (misal: By December, By the end of…).

Contoh Soal Nomor 8:

  • Petunjuk: By + Object → Pasif.
  • AOT: By the end of the year. Ada By + Waktu → Future Perfect.
  • Tidak ada For/Since, jadi jangan pilih Continuous. Pilih Future Perfect biasa.

4. Future Perfect Continuous

  • Pasif: Will + Have + Been + Being + Verb 3.
  • AOT: Harus ada By + Waktu DAN For/Since.

Contoh Soal Nomor 10:

  • AOT: By + Waktu (By next month) DAN For exactly 365 days (For + waktu).
  • Kata exactly hanya pengecoh. Intinya ada For.
  • Maka jawabannya harus Future Perfect Continuous (yang paling panjang).

Tenses Berpasangan (Paired Tenses) dalam Pasif

Ingat aturan Tenses Berpasangan: Bisa digunakan jika tidak ada For/Since. Jika ada For/Since, maka Perfect lebih dominan (karena menyatakan proses/durasi), dan aturan berpasangan gugur.

1. While (Past Continuous + Simple Past)

  • Contoh Soal Nomor 3: Ada While. Tidak ada For/Since. Berarti berpasangan.
  • Analisa: Manuscript (Naskah) dicuri (Pasif, Simple Past) ketika staf sedang meningkatkan (Aktif, Past Continuous) keamanan.
  • Jawaban: Was stolen (Pasif) … was upgrading (Aktif).
  • Kenapa bukan “sedang dicuri”? Karena lebih logis pencurian terjadi (singkat/simple past) saat proses peningkatan keamanan sedang berlangsung.

2. Before (Past Perfect + Simple Past)

  • Contoh Soal Nomor 17: Ada Before. Polanya: Past Perfect (kejadian duluan) + Before + Simple Past (kejadian belakangan).
  • Cari kombinasi Had + V3 dan V2.

3. After (Simple Past + Past Perfect)

  • Contoh Soal Nomor 12: Ada After. Kebalikan dari Before. Setelah After adalah Past Perfect.
  • Analisa arti: Kontrak ditanda tangani (Pasif) setelah perusahaan menyepakati (Aktif).
  • Ini soal jebakan, harus diartikan (Signed vs Agreed). Pasif di kiri, Aktif di kanan.

4. As Soon As (Simple Future + Simple Present)

  • Contoh Soal Nomor 16: Polanya Simple Future di kiri, Simple Present di kanan. Tidak boleh dibolak-balik.
  • Analisa Subjek: Customs officials (Jamak) → Release (tanpa s). Shipment (Pengiriman) → Will be released (Pasif).
  • Jawaban: Kombinasi Future Pasif dan Present Aktif.

5. By The Time

  • Pola 1: By the time + Simple Present, pasangannya Future Perfect. (Lihat ada kata Tomorrow di soal no 18).
  • Pola 2: By the time + Simple Past, pasangannya Past Perfect. (Soal no 1).

Kesimpulan & Tips Terakhir

  1. Analisa Soal: Jangan buru-buru. Cek apakah ada By + Object? Jika tidak, cek subjeknya (benda/manusia).
  2. Cek Subjek: Ini menentukan penggunaan Have/Has, Was/Were, atau Is/Are.
  3. AOT adalah Kunci: Hafalkan pasangan AOT dengan Tenses-nya.
  4. Jebakan Soal: Hati-hati dengan kata sisipan seperti precise, exactly, atau during tanpa waktu spesifik. Hati-hati juga dengan jawaban yang “terlihat lengkap” tapi salah secara grammar (subjek tunggal/jamak).
  5. Jalan Terakhir (Cara Primitif): Jika semua petunjuk buntu, artikan kalimatnya. Terkadang kita harus tahu konteks artinya untuk menentukan aktif atau pasif, terutama jika kedua opsi tersedia dan benar secara grammar.

Analisa soal sangat baik dilakukan saat belajar seperti ini. Tapi saat ujian nanti, karena waktu terbatas, gunakan cara cepat dan petunjuk soal yang sudah kita pelajari agar lebih efisien.

Sekian materi malam ini. Tetap jaga kesehatan, sampai jumpa di sesi TPA bulan Januari nanti. Semoga tahun depan teman-teman lulus menjadi mahasiswa Tubel!

Terima kasih.


This file is located at: _chapters/210-tbi-transkrip/020-passive-voice.md